Muhammadiyah
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20–23 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) secara bilingual.
Keikutsertaan Ustadzah Shintia dalam kegiatan ini menjadi langkah positif dalam pengembangan profesionalisme guru sekaligus memperkuat komitmen SD Aisyiyah Multilingual Lasem dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, inovatif, dan berwawasan global.
Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan teknologi digital dan pendekatan bilingual diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, bermakna, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era global.
Bagi SD Aisyiyah Multilingual Lasem, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dari ikhtiar untuk mewujudkan visi sekolah, yaitu “Terwujudnya Generasi Islami yang Unggul, Berkarakter dan Berwawasan Global.”
Keluarga besar SD Aisyiyah Multilingual Lasem mengucapkan:
Selamat dan sukses, Ustadzah Shintia Yunita Sari, S.Pd! 🎉
Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk terus belajar, berinovasi, dan menginspirasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan lahirnya pembelajaran yang semakin berkualitas.
Terus belajar, terus berinovasi, dan terus menginspirasi! 🌏📚✨
#SDAisyiyahMultilingualLasem #SDAMulia #BimtekPendidikan #DigitalisasiPendidikan #MIPABilingual #PendidikanMuhammadiyah #MajelisDikdasmenPNF #Semarang #GuruInspiratif #PembelajaranInovatif
Lasem – SD Aisyiyah Multilingual Lasem mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Pada Sabtu (03/01/2026), sekolah yang dikenal dengan penguatan karakter Islami dan pembelajaran multilingual ini menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI) dalam rangka meninjau langsung praktik pendidikan di satuan pendidikan dasar.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pimpinan sekolah, para guru, siswa, serta perwakilan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat. Sejak memasuki lingkungan sekolah, Wamen Dikdasmen RI tampak antusias menyapa para siswa, mengamati proses pembelajaran di kelas, hingga meninjau berbagai program unggulan yang menjadi ciri khas SD Aisyiyah Multilingual Lasem.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dikdasmen RI memberikan apresiasi terhadap model pendidikan yang diterapkan. Menurutnya, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berhasil memadukan pendidikan akademik, penguatan karakter, nilai-nilai keislaman, serta penguasaan bahasa asing dalam suasana belajar yang ramah anak dan inspiratif.
“Sekolah seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, literasi, spiritualitas, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” ujar Wamen Dikdasmen RI dalam sesi dialog bersama guru dan pengelola sekolah.
Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa perhatian dari pemerintah pusat menjadi motivasi besar bagi seluruh civitas sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan,” ungkapnya.
Selain meninjau proses belajar mengajar, Wamen Dikdasmen RI juga berdialog dengan para guru terkait tantangan pendidikan dasar, penguatan kurikulum, serta pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.
Kunjungan ini semakin menegaskan posisi SD Aisyiyah Multilingual Lasem sebagai salah satu sekolah dasar yang diperhitungkan di tingkat nasional. Dengan komitmen pada mutu pendidikan, karakter Islami, serta wawasan global, sekolah ini terus berupaya mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Menjawab tantangan tersebut, para guru SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) mengikuti Pelatihan Manajemen Digital yang diselenggarakan di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk terus berbenah dan berinovasi dalam pengelolaan pendidikan.
Pelatihan manajemen digital ini membekali guru dengan kemampuan mengelola berbagai aspek sekolah secara lebih efektif berbasis teknologi. Mulai dari administrasi, pengelolaan sosial media, pengelolaan data sekolah, pemanfaatan media digital, hingga strategi komunikasi yang lebih cepat dan transparan dengan orang tua siswa.
Selama pelatihan, para guru mengikuti sesi materi dan praktik secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan berdiskusi, mencoba praktik lapangan serta berbagi pengalaman seputar tantangan pembelajaran di era digital. Pelatihan ini membuka wawasan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Guru yang terus belajar akan melahirkan sekolah yang terus berkembang. Manajemen digital membantu sekolah bekerja lebih rapi, efisien, dan profesional,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, SDA MULIA menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan sekolah sehari-hari, sehingga manfaatnya dirasakan oleh siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah.
Tidak hanya sekadar menyerahkan, Bapak Nursalim datang mengantarkan sendiri motor tersebut sebelum apel dimulai sekaligus sebagai pembina apel milad Muhammadiyah ke 113 di Perguruan Muhammadiyah Lasem. Aksi itu langsung menjadi sorotan para peserta apel — mulai dari siswa, guru, hingga jajaran persyarikatan — karena menunjukkan teladan nyata dalam berinfak dan berwakaf.
Usai memberikan amanat apel, beliau menyerahkan kunci motor kepada perwakilan PDA Rembang dan diterima oleh Ibu Nanik Hamidah sebagai perwakilan PDA di SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Banyak yang tak dapat menyembunyikan rasa haru mereka atas ketulusan tersebut.
Namun kejutan belum selesai. Setelah apel berakhir, Bapak Nursalim dengan santai memilih untuk pulang berjalan kaki, meski sejumlah guru dan panitia telah menawarkan tumpangan. Sikap itu mengejutkan sekaligus menginspirasi banyak orang. Menurut beliau, berjalan kaki adalah bagian dari rasa syukur dan bentuk rendah hati setelah dapat berwakaf.
“Saya hanya ingin memberi contoh bahwa harta itu titipan. Kalau untuk perjuangan, jangan ragu untuk melepas,” ujar beliau singkat ketika ditanya oleh salah satu panitia.
Aksi sederhana namun penuh makna itu segera menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Muhammadiyah Lasem. Banyak yang mengapresiasi keteladanan beliau, terlebih di momentum Milad Muhammadiyah ke-113 yang mengangkat semangat gerakan pencerahan.
Dengan wakaf sepeda motor tersebut, PDA Rembang berharap dapat semakin maksimal dalam menjalankan program dakwah, pelayanan masyarakat dan pemberdayaan perempuan di Lasem.
Peristiwa inspiratif ini meneguhkan kembali nilai-nilai utama Muhammadiyah: ketulusan, pengabdian, dan kesediaan berkorban untuk kemajuan umat. Sebuah keteladanan nyata yang akan dikenang lama oleh warga persyarikatan.
Sudahkan anda berwakaf untuk hari ini? Panitia Pembangunan SD Aisyiyah Multilingual Lasem siap menerima wakaf Bapak Ibu dalam bentuk tunai maupun non tunai. (Admin)






