trending

Guru SD Aisyiyah Multilingual Lasem Melakukan Pembinaan Prestasi Olimpiade JSO Tingkat Provinsi di Solo

Lasem – Guru-guru dari SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi ...

Kegiatan Siswa

Muhammadiyah dan Aisyiyah

Loading...
Video
Shorts
Live
Playlist
Memuat...


Lasem Guru-guru dari SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi peserta didik melalui kegiatan pembinaan Olimpiade JSO tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa-siswi terbaik untuk menghadapi ajang kompetisi akademik tingkat provinsi.

Pembinaan tersebut diikuti oleh para guru pendamping dan peserta didik pilihan yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif di sekolah. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan materi, strategi penyelesaian soal, serta motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dan daya saing akademik.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pembinaan Olimpiade JSO ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung lahirnya generasi berprestasi, berkarakter Islami, dan memiliki kemampuan akademik yang unggul.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Prestasi bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga proses belajar, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.

Suasana pembinaan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh pembina dan mentor. Selain memperdalam materi olimpiade, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri dan mental kompetitif siswa.

SD Aisyiyah Multilingual Lasem terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peserta didik meraih prestasi di berbagai bidang.

Dengan adanya pembinaan Olimpiade JSO tingkat Provinsi di Solo ini, diharapkan siswa SD Aisyiyah Multilingual Lasem mampu memberikan hasil terbaik serta membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih tinggi.


Di tengah arus globalisasi yang semakin cepat, pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada aspek akademik semata. Lebih dari itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai kebudayaan. Inilah makna mendalam dari slogan “Nurturing mind, Bridging cultures”—menumbuhkan pikiran sekaligus menjembatani budaya.

Foto yang ditampilkan memperlihatkan tiga anak dengan pakaian adat yang berbeda, berdiri berdampingan dengan sikap hormat. Mereka mengenakan busana tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Gestur tangan yang disatukan di dada melambangkan penghormatan, kedamaian, dan nilai sopan santun yang luhur. Visual ini bukan sekadar estetika, tetapi representasi nyata dari harmoni dalam keberagaman.

Konsep nurturing mind tercermin dari bagaimana anak-anak ini dididik untuk memiliki pemahaman yang luas, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam nilai-nilai kehidupan. Di SD Aisyiyah Multilingual Lasem, pembelajaran dirancang untuk mengembangkan potensi intelektual sekaligus membentuk akhlak mulia. Siswa diajak berpikir kritis, kreatif, dan terbuka terhadap perbedaan.

Sementara itu, bridging cultures tampak jelas melalui pengenalan dan pelestarian budaya sejak dini. Penggunaan pakaian adat, pembiasaan sikap santun, serta penghargaan terhadap keberagaman menjadi bagian dari proses pembelajaran. Sekolah tidak hanya mengajarkan bahasa internasional seperti Inggris dan Arab, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai identitas bangsa.

Lasem sendiri dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya yang kuat, hasil perpaduan tradisi Jawa, Tionghoa, dan nilai-nilai Islam. Lingkungan ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa untuk belajar tentang toleransi dan kebinekaan secara nyata. Maka, pendidikan di sekolah ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi kontekstual dan aplikatif.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan untuk hidup dalam masyarakat yang majemuk. Mereka belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk saling memahami.

Akhirnya, “Nurturing mind, Bridging cultures” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah visi pendidikan yang diwujudkan dalam keseharian. Dari cara berpakaian hingga sikap yang ditunjukkan, semuanya menjadi bagian dari proses pembelajaran yang utuh—mendidik pikiran, menyatukan budaya, dan menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berwawasan global.




Lasem
– Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem pada Sabtu (03/01/2026). Kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI) dalam rangka peresmian gedung Perpustakaan dan UKS disambut dengan atraksi istimewa dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah SDA MULIA.

Sejak rombongan tiba di lokasi, para siswa anggota Tapak Suci tampil percaya diri dengan jurus-jurus terbaiknya. Gerakan yang kompak, penuh disiplin, serta diiringi semangat khas Tapak Suci berhasil memukau tamu undangan dan menambah khidmat rangkaian acara peresmian fasilitas pendidikan tersebut.

Atraksi Tapak Suci ini menjadi simbol karakter pendidikan yang dikembangkan di SDA MULIA, yakni menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pembentukan akhlak, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Wamen Dikdasmen RI tampak memberikan perhatian khusus terhadap penampilan para siswa dan menyampaikan apresiasi atas pembinaan karakter yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

“Pendidikan tidak hanya tentang literasi dan numerasi, tetapi juga tentang karakter, kedisiplinan, serta pembentukan kepribadian siswa. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa sekolah Muhammadiyah mampu menghadirkan pendidikan yang utuh,” ungkap Wamen Dikdasmen RI di sela kegiatan.

Kepala SDA MULIA menyampaikan bahwa keterlibatan Tapak Suci dalam penyambutan tamu kehormatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan wujud nyata pendidikan karakter yang terus ditanamkan di sekolah. Tapak Suci, sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan, menjadi media pembinaan mental, spiritual, dan fisik siswa.

“Melalui Tapak Suci, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan akhlak mulia. Alhamdulillah, hari ini anak-anak bisa menunjukkan hasil dari proses pembinaan tersebut di hadapan tokoh nasional,” tuturnya.

Peresmian gedung Perpustakaan dan UKS di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem menjadi momentum penting dalam penguatan sarana pendidikan dan kesehatan siswa. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus mendukung layanan kesehatan sekolah yang lebih optimal.

Kemeriahan penyambutan dengan jurus Tapak Suci menjadi penanda bahwa pendidikan di SDA MULIA tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter Islami, disiplin, dan semangat berprestasi. Momen ini sekaligus mempertegas komitmen sekolah Muhammadiyah di Lasem untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul bagi masa depan bangsa.



Lasem
– SD Aisyiyah Multilingual Lasem mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Pada Sabtu (03/01/2026), sekolah yang dikenal dengan penguatan karakter Islami dan pembelajaran multilingual ini menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI) dalam rangka meninjau langsung praktik pendidikan di satuan pendidikan dasar.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pimpinan sekolah, para guru, siswa, serta perwakilan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat. Sejak memasuki lingkungan sekolah, Wamen Dikdasmen RI tampak antusias menyapa para siswa, mengamati proses pembelajaran di kelas, hingga meninjau berbagai program unggulan yang menjadi ciri khas SD Aisyiyah Multilingual Lasem.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dikdasmen RI memberikan apresiasi terhadap model pendidikan yang diterapkan. Menurutnya, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berhasil memadukan pendidikan akademik, penguatan karakter, nilai-nilai keislaman, serta penguasaan bahasa asing dalam suasana belajar yang ramah anak dan inspiratif.

“Sekolah seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, literasi, spiritualitas, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” ujar Wamen Dikdasmen RI dalam sesi dialog bersama guru dan pengelola sekolah.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa perhatian dari pemerintah pusat menjadi motivasi besar bagi seluruh civitas sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

Selain meninjau proses belajar mengajar, Wamen Dikdasmen RI juga berdialog dengan para guru terkait tantangan pendidikan dasar, penguatan kurikulum, serta pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Kunjungan ini semakin menegaskan posisi SD Aisyiyah Multilingual Lasem sebagai salah satu sekolah dasar yang diperhitungkan di tingkat nasional. Dengan komitmen pada mutu pendidikan, karakter Islami, serta wawasan global, sekolah ini terus berupaya mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.



Di tengah derasnya perkembangan teknologi, pertanyaan ini kerap muncul: guru ikut pelatihan manajemen digital, memang buat apa? Jawabannya sederhana namun penting - agar pendidikan tidak tertinggal oleh zaman dan layanan sekolah semakin berkualitas.

Menjawab tantangan tersebut, para guru SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) mengikuti Pelatihan Manajemen Digital yang diselenggarakan di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk terus berbenah dan berinovasi dalam pengelolaan pendidikan.

Pelatihan manajemen digital ini membekali guru dengan kemampuan mengelola berbagai aspek sekolah secara lebih efektif berbasis teknologi. Mulai dari administrasi, pengelolaan sosial media, pengelolaan data sekolah, pemanfaatan media digital, hingga strategi komunikasi yang lebih cepat dan transparan dengan orang tua siswa.

Selama pelatihan, para guru mengikuti sesi materi dan praktik secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan berdiskusi, mencoba praktik lapangan serta berbagi pengalaman seputar tantangan pembelajaran di era digital. Pelatihan ini membuka wawasan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi digital guru adalah kebutuhan mutlak.
“Guru yang terus belajar akan melahirkan sekolah yang terus berkembang. Manajemen digital membantu sekolah bekerja lebih rapi, efisien, dan profesional,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, SDA MULIA menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan sekolah sehari-hari, sehingga manfaatnya dirasakan oleh siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

Jadi, pelatihan manajemen digital buat apa?
Jawabannya: agar guru makin siap, sekolah makin tertata dan layanan pendidikan makin bermutu. (admin)


Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT. Atas rahmat dan pertolongan-Nya, proses pembelajaran semester ini di SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) telah terlaksana dengan baik. Seluruh siswa-siswi telah berikhtiar menjalani kegiatan belajar dengan penuh semangat, disiplin, dan kesungguhan.

Liburan akhir semester merupakan momen penting bagi peserta didik untuk beristirahat, menyegarkan kembali pikiran, serta memperkuat nilai-nilai karakter. Perlu dipahami bersama bahwa belajar bukan hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga hadir dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.

Selama liburan, siswa diharapkan tetap menjaga kebiasaan positif, antara lain:

  • meningkatkan ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT,

  • membaca buku dan memperluas wawasan,

  • membantu orang tua serta menumbuhkan tanggung jawab,

  • melatih kemandirian, disiplin, dan kepedulian sosial,

  • mengembangkan bakat dan minat sesuai potensi masing-masing.

Setiap anak memiliki potensi unik yang harus terus diasah. Liburan dapat menjadi sarana refleksi untuk mengevaluasi capaian belajar semester ini sekaligus menyiapkan diri menyongsong semester depan dengan semangat baru. Kegigihan dalam belajar, keberanian mencoba hal baru, dan sikap pantang menyerah merupakan kunci untuk meraih prestasi yang berkelanjutan.

SDA MULIA senantiasa berkomitmen menumbuhkan peserta didik yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan global yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik sangat diharapkan, termasuk dalam mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermakna.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat menikmati liburan akhir semester kepada seluruh siswa-siswi SDA MULIA. Semoga liburan ini membawa keberkahan, menumbuhkan semangat belajar, serta menguatkan kesiapan untuk kembali belajar dan berkarya di semester mendatang.

Belajar di mana saja, berproses sepanjang hayat, dan berakhlak dalam setiap langkah.

Sampai jumpa kembali di sekolah tercinta dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat.










Lasem, Rembang
– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA). Dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Tingkat Kabupaten Rembang, SDA MULIA berhasil meraih Juara Umum 2 Usia Dini 1, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler Tapak Suci di sekolah tersebut.

Kejurda Tapak Suci yang diikuti oleh berbagai sekolah dan perguruan Tapak Suci se-Kabupaten Rembang ini berlangsung dengan penuh semangat sportivitas. Para atlet muda SDA MULIA tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap kategori yang dipertandingkan.

Keberhasilan meraih Juara Umum 2 tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan pelatih Tapak Suci, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua. Sejak jauh hari, para atlet telah menjalani latihan rutin dan disiplin sebagai bentuk persiapan menghadapi kejuaraan ini.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga sebagai bukti bahwa Tapak Suci mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, berani, sportif dan berakhlak mulia, sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

“Tapak Suci bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual. Alhamdulillah, hasilnya bisa kita rasakan bersama melalui prestasi ini,” ujarnya.

Tapak Suci sendiri merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang seni bela diri dan telah menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan di SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Melalui Tapak Suci, sekolah berkomitmen menanamkan nilai keislaman, kedisiplinan, dan jiwa kompetitif yang sehat sejak usia dini.

Prestasi Juara Umum 2 Kejurda Tapak Suci Kabupaten Rembang ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SDA MULIA untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi.

Klik Gambar Untuk Mendaftar