trending

Selamat Hari Anak Nasional 2026 "Anak Hebat, Indonesia Kuat."

Selamat Hari Anak Nasional 2026 "Anak Hebat, Indonesia Kuat." Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia, khususnya ...

Kegiatan Siswa

Muhammadiyah dan Aisyiyah

Loading...
Video
Shorts
Live
Playlist
Memuat...


Selamat Hari Anak Nasional 2026

"Anak Hebat, Indonesia Kuat."

Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak hebat SD Aisyiyah Multilingual Lasem.

Setiap anak adalah amanah sekaligus harapan masa depan bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, sehat, ceria, dan memperoleh pendidikan terbaik untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

Mari bersama menciptakan sekolah yang ramah anak, bebas dari perundungan, menghargai setiap perbedaan, serta menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, bermain, dan berprestasi.

Semoga seluruh peserta didik SD Aisyiyah Multilingual Lasem tumbuh menjadi generasi Islami, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, berkarakter, dan berwawasan global, yang kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

"Anak Terlindungi, Indonesia Maju."

Selamat Hari Anak Nasional 2026!

SD Aisyiyah Multilingual Lasem
Mendidik dengan Hati, Menyiapkan Generasi Berprestasi dan Berkarakter.



REMBANG
– Suara sirene yang memecah keheningan pagi mendadak membuat ratusan pasang mata tertuju ke gerbang SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang memasuki halaman sekolah dan langsung disambut sorak antusias peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.

Kehadiran tim Damkar bukan untuk menangani kebakaran, melainkan memberikan edukasi kebencanaan dan keselamatan kepada para siswa sejak dini. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan MPLS yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, sekaligus bermanfaat.

Petugas Damkar mengenalkan berbagai jenis potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, khususnya kebakaran, serta mengajarkan langkah-langkah penyelamatan diri apabila menghadapi situasi darurat. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, para petugas menjelaskan pentingnya tetap tenang, mengikuti arahan orang dewasa, serta segera menuju titik kumpul yang aman ketika terjadi keadaan darurat.

Tak hanya menyampaikan materi, tim Damkar juga mengajak seluruh peserta didik mengikuti simulasi penyelamatan diri. Anak-anak tampak bersemangat mempraktikkan cara evakuasi yang benar, mulai dari menjaga ketertiban saat keluar ruangan hingga berkumpul di area aman sesuai arahan petugas.

Keseruan semakin terasa saat para siswa diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, mulai dari pakaian pelindung, helm, hingga selang pemadam. Tidak sedikit siswa yang antusias mengangkat tangan untuk bertanya mengenai tugas seorang petugas Damkar dan bagaimana proses memadamkan api ketika terjadi kebakaran.

Suasana semakin meriah ketika tim Damkar memperagakan penggunaan peralatan pemadam di halaman sekolah. Gelak tawa dan tepuk tangan para siswa terdengar sepanjang kegiatan. Edukasi yang dikemas secara interaktif membuat materi keselamatan menjadi lebih mudah dipahami sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi peserta didik baru.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang ramah, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kecakapan hidup.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan tentang keselamatan diri. Edukasi dari Damkar sangat penting untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran yang akan selalu mereka ingat," ujarnya.

Kolaborasi antara SD Aisyiyah Multilingual Lasem dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang mendapat apresiasi dari para guru maupun orang tua. Selain memberikan wawasan baru kepada peserta didik, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan MPLS yang lebih bermakna. Bukan sekadar mengenalkan ruang kelas dan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang penting sebagai bekal menghadapi berbagai situasi di masa depan.


Lasem
– SD Aisyiyah Multilingual Lasem terus berkomitmen menghadirkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang edukatif dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Pada pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah menghadirkan tenaga kesehatan dari RSUD Rembang yang juga merupakan wali murid SD Aisyiyah Multilingual Lasem untuk memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Sehat dan Gembira.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta didik baru. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai bekal untuk belajar dan beraktivitas setiap hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan tubuh, tetapi juga membiasakan pola hidup yang baik, seperti mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Selain itu, siswa juga diajak membangun kebiasaan hidup gembira, yaitu dengan selalu berpikir positif, ramah kepada teman, menghormati guru, saling membantu, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Menurut narasumber, kondisi fisik yang sehat dan hati yang bahagia akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, aktif, dan siap meraih prestasi.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan apresiasi atas kesediaan narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta didik baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber dari RSUD Rembang yang juga merupakan bagian dari keluarga besar SD Aisyiyah Multilingual Lasem sebagai wali murid. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan menjadi langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Semoga edukasi ini mampu menanamkan kebiasaan hidup sehat dan gembira sejak dini," ungkapnya.

Materi disampaikan dengan metode yang menyenangkan melalui tanya jawab, demonstrasi praktik mencuci tangan yang benar, permainan edukatif, serta kuis berhadiah sehingga peserta didik semakin antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berharap peserta didik baru mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta membangun karakter positif selama belajar di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional dalam mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan.

#MPLSRamah2026 #PerilakuHidupSehat #HidupSehatGembira #SDAisyiyahMultilingualLasem #RSUDRembang #SekolahRamahAnak #KolaborasiSekolahOrangTua


Lasem
– Dalam rangka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SD Aisyiyah Multilingual Lasem menghadirkan Kapolsek Lasem sebagai narasumber pada kegiatan Pendidikan Anti Bullying yang dilaksanakan di SD Aisyiyah Multilingual Lasem, Rabu,15 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SD Aisyiyah Multilingual Lasem dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berinteraksi selama penyampaian materi.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Lasem menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun budaya saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama teman.

Selain memberikan edukasi, Kapolsek juga mengajak seluruh siswa untuk memiliki keberanian mengatakan "tidak" terhadap tindakan perundungan serta segera melaporkan kepada guru atau orang tua apabila melihat maupun mengalami tindakan bullying.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolsek Lasem yang telah memberikan edukasi kepada peserta didik.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak memahami pentingnya menghargai perbedaan, saling menyayangi, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan. Sekolah tidak boleh menjadi tempat yang menakutkan bagi siapa pun," ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta mengikuti simulasi sederhana mengenai cara bersikap ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan perundungan.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berharap seluruh warga sekolah dapat bersama-sama mewujudkan budaya sekolah yang ramah anak, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia sesuai dengan visi sekolah dalam membentuk generasi Islami, unggul, berkarakter, dan berwawasan global.



#MPLSRamah2026 #StopBullying #SekolahRamahAnak #SDAisyiyahMultilingualLasem #PolsekLasem #PendidikanKarakter


Lasem Guru-guru dari SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi peserta didik melalui kegiatan pembinaan Olimpiade JSO tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa-siswi terbaik untuk menghadapi ajang kompetisi akademik tingkat provinsi.

Pembinaan tersebut diikuti oleh para guru pendamping dan peserta didik pilihan yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif di sekolah. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan materi, strategi penyelesaian soal, serta motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dan daya saing akademik.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pembinaan Olimpiade JSO ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung lahirnya generasi berprestasi, berkarakter Islami, dan memiliki kemampuan akademik yang unggul.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Prestasi bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga proses belajar, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.

Suasana pembinaan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh pembina dan mentor. Selain memperdalam materi olimpiade, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri dan mental kompetitif siswa.

SD Aisyiyah Multilingual Lasem terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peserta didik meraih prestasi di berbagai bidang.

Dengan adanya pembinaan Olimpiade JSO tingkat Provinsi di Solo ini, diharapkan siswa SD Aisyiyah Multilingual Lasem mampu memberikan hasil terbaik serta membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih tinggi.


Di tengah arus globalisasi yang semakin cepat, pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada aspek akademik semata. Lebih dari itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai kebudayaan. Inilah makna mendalam dari slogan “Nurturing mind, Bridging cultures”—menumbuhkan pikiran sekaligus menjembatani budaya.

Foto yang ditampilkan memperlihatkan tiga anak dengan pakaian adat yang berbeda, berdiri berdampingan dengan sikap hormat. Mereka mengenakan busana tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Gestur tangan yang disatukan di dada melambangkan penghormatan, kedamaian, dan nilai sopan santun yang luhur. Visual ini bukan sekadar estetika, tetapi representasi nyata dari harmoni dalam keberagaman.

Konsep nurturing mind tercermin dari bagaimana anak-anak ini dididik untuk memiliki pemahaman yang luas, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam nilai-nilai kehidupan. Di SD Aisyiyah Multilingual Lasem, pembelajaran dirancang untuk mengembangkan potensi intelektual sekaligus membentuk akhlak mulia. Siswa diajak berpikir kritis, kreatif, dan terbuka terhadap perbedaan.

Sementara itu, bridging cultures tampak jelas melalui pengenalan dan pelestarian budaya sejak dini. Penggunaan pakaian adat, pembiasaan sikap santun, serta penghargaan terhadap keberagaman menjadi bagian dari proses pembelajaran. Sekolah tidak hanya mengajarkan bahasa internasional seperti Inggris dan Arab, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai identitas bangsa.

Lasem sendiri dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya yang kuat, hasil perpaduan tradisi Jawa, Tionghoa, dan nilai-nilai Islam. Lingkungan ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa untuk belajar tentang toleransi dan kebinekaan secara nyata. Maka, pendidikan di sekolah ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi kontekstual dan aplikatif.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan untuk hidup dalam masyarakat yang majemuk. Mereka belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk saling memahami.

Akhirnya, “Nurturing mind, Bridging cultures” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah visi pendidikan yang diwujudkan dalam keseharian. Dari cara berpakaian hingga sikap yang ditunjukkan, semuanya menjadi bagian dari proses pembelajaran yang utuh—mendidik pikiran, menyatukan budaya, dan menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berwawasan global.




Lasem
– Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem pada Sabtu (03/01/2026). Kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI) dalam rangka peresmian gedung Perpustakaan dan UKS disambut dengan atraksi istimewa dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah SDA MULIA.

Sejak rombongan tiba di lokasi, para siswa anggota Tapak Suci tampil percaya diri dengan jurus-jurus terbaiknya. Gerakan yang kompak, penuh disiplin, serta diiringi semangat khas Tapak Suci berhasil memukau tamu undangan dan menambah khidmat rangkaian acara peresmian fasilitas pendidikan tersebut.

Atraksi Tapak Suci ini menjadi simbol karakter pendidikan yang dikembangkan di SDA MULIA, yakni menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pembentukan akhlak, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Wamen Dikdasmen RI tampak memberikan perhatian khusus terhadap penampilan para siswa dan menyampaikan apresiasi atas pembinaan karakter yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

“Pendidikan tidak hanya tentang literasi dan numerasi, tetapi juga tentang karakter, kedisiplinan, serta pembentukan kepribadian siswa. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa sekolah Muhammadiyah mampu menghadirkan pendidikan yang utuh,” ungkap Wamen Dikdasmen RI di sela kegiatan.

Kepala SDA MULIA menyampaikan bahwa keterlibatan Tapak Suci dalam penyambutan tamu kehormatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan wujud nyata pendidikan karakter yang terus ditanamkan di sekolah. Tapak Suci, sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan, menjadi media pembinaan mental, spiritual, dan fisik siswa.

“Melalui Tapak Suci, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan akhlak mulia. Alhamdulillah, hari ini anak-anak bisa menunjukkan hasil dari proses pembinaan tersebut di hadapan tokoh nasional,” tuturnya.

Peresmian gedung Perpustakaan dan UKS di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem menjadi momentum penting dalam penguatan sarana pendidikan dan kesehatan siswa. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus mendukung layanan kesehatan sekolah yang lebih optimal.

Kemeriahan penyambutan dengan jurus Tapak Suci menjadi penanda bahwa pendidikan di SDA MULIA tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter Islami, disiplin, dan semangat berprestasi. Momen ini sekaligus mempertegas komitmen sekolah Muhammadiyah di Lasem untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul bagi masa depan bangsa.

Klik Gambar Untuk Mendaftar