trending

Kegiatan Siswa

Muhammadiyah dan Aisyiyah

Loading... —
Video
Shorts
Live
Playlist
Memuat...

Berita Today


Semarang, 23 Agustus 2026 — Keluarga besar SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ustadzah Shintia Yunita Sari, S.Pd atas partisipasinya dalam kegiatan “Bimtek Digitalisasi Pendidikan dalam Pembelajaran MIPA Bilingual” yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Semarang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20–23 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) secara bilingual.

Keikutsertaan Ustadzah Shintia dalam kegiatan ini menjadi langkah positif dalam pengembangan profesionalisme guru sekaligus memperkuat komitmen SD Aisyiyah Multilingual Lasem dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, inovatif, dan berwawasan global.

Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan teknologi digital dan pendekatan bilingual diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, bermakna, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era global.

Bagi SD Aisyiyah Multilingual Lasem, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dari ikhtiar untuk mewujudkan visi sekolah, yaitu “Terwujudnya Generasi Islami yang Unggul, Berkarakter dan Berwawasan Global.”

Keluarga besar SD Aisyiyah Multilingual Lasem mengucapkan:

Selamat dan sukses, Ustadzah Shintia Yunita Sari, S.Pd! 🎉

Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk terus belajar, berinovasi, dan menginspirasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan lahirnya pembelajaran yang semakin berkualitas.

Terus belajar, terus berinovasi, dan terus menginspirasi! 🌏📚✨

#SDAisyiyahMultilingualLasem #SDAMulia #BimtekPendidikan #DigitalisasiPendidikan #MIPABilingual #PendidikanMuhammadiyah #MajelisDikdasmenPNF #Semarang #GuruInspiratif #PembelajaranInovatif


Selamat Hari Anak Nasional 2026

"Anak Hebat, Indonesia Kuat."

Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak hebat SD Aisyiyah Multilingual Lasem.

Setiap anak adalah amanah sekaligus harapan masa depan bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, sehat, ceria, dan memperoleh pendidikan terbaik untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

Mari bersama menciptakan sekolah yang ramah anak, bebas dari perundungan, menghargai setiap perbedaan, serta menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, bermain, dan berprestasi.

Semoga seluruh peserta didik SD Aisyiyah Multilingual Lasem tumbuh menjadi generasi Islami, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, berkarakter, dan berwawasan global, yang kelak mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

"Anak Terlindungi, Indonesia Maju."

Selamat Hari Anak Nasional 2026!

SD Aisyiyah Multilingual Lasem
Mendidik dengan Hati, Menyiapkan Generasi Berprestasi dan Berkarakter.



REMBANG
– Suara sirene yang memecah keheningan pagi mendadak membuat ratusan pasang mata tertuju ke gerbang SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang memasuki halaman sekolah dan langsung disambut sorak antusias peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.

Kehadiran tim Damkar bukan untuk menangani kebakaran, melainkan memberikan edukasi kebencanaan dan keselamatan kepada para siswa sejak dini. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan MPLS yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, sekaligus bermanfaat.

Petugas Damkar mengenalkan berbagai jenis potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, khususnya kebakaran, serta mengajarkan langkah-langkah penyelamatan diri apabila menghadapi situasi darurat. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, para petugas menjelaskan pentingnya tetap tenang, mengikuti arahan orang dewasa, serta segera menuju titik kumpul yang aman ketika terjadi keadaan darurat.

Tak hanya menyampaikan materi, tim Damkar juga mengajak seluruh peserta didik mengikuti simulasi penyelamatan diri. Anak-anak tampak bersemangat mempraktikkan cara evakuasi yang benar, mulai dari menjaga ketertiban saat keluar ruangan hingga berkumpul di area aman sesuai arahan petugas.

Keseruan semakin terasa saat para siswa diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, mulai dari pakaian pelindung, helm, hingga selang pemadam. Tidak sedikit siswa yang antusias mengangkat tangan untuk bertanya mengenai tugas seorang petugas Damkar dan bagaimana proses memadamkan api ketika terjadi kebakaran.

Suasana semakin meriah ketika tim Damkar memperagakan penggunaan peralatan pemadam di halaman sekolah. Gelak tawa dan tepuk tangan para siswa terdengar sepanjang kegiatan. Edukasi yang dikemas secara interaktif membuat materi keselamatan menjadi lebih mudah dipahami sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi peserta didik baru.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang ramah, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kecakapan hidup.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan tentang keselamatan diri. Edukasi dari Damkar sangat penting untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran yang akan selalu mereka ingat," ujarnya.

Kolaborasi antara SD Aisyiyah Multilingual Lasem dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang mendapat apresiasi dari para guru maupun orang tua. Selain memberikan wawasan baru kepada peserta didik, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan MPLS yang lebih bermakna. Bukan sekadar mengenalkan ruang kelas dan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang penting sebagai bekal menghadapi berbagai situasi di masa depan.


Lasem
– SD Aisyiyah Multilingual Lasem terus berkomitmen menghadirkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang edukatif dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Pada pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah menghadirkan tenaga kesehatan dari RSUD Rembang yang juga merupakan wali murid SD Aisyiyah Multilingual Lasem untuk memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Sehat dan Gembira.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta didik baru. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai bekal untuk belajar dan beraktivitas setiap hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan tubuh, tetapi juga membiasakan pola hidup yang baik, seperti mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Selain itu, siswa juga diajak membangun kebiasaan hidup gembira, yaitu dengan selalu berpikir positif, ramah kepada teman, menghormati guru, saling membantu, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Menurut narasumber, kondisi fisik yang sehat dan hati yang bahagia akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, aktif, dan siap meraih prestasi.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan apresiasi atas kesediaan narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta didik baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber dari RSUD Rembang yang juga merupakan bagian dari keluarga besar SD Aisyiyah Multilingual Lasem sebagai wali murid. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan menjadi langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Semoga edukasi ini mampu menanamkan kebiasaan hidup sehat dan gembira sejak dini," ungkapnya.

Materi disampaikan dengan metode yang menyenangkan melalui tanya jawab, demonstrasi praktik mencuci tangan yang benar, permainan edukatif, serta kuis berhadiah sehingga peserta didik semakin antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berharap peserta didik baru mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta membangun karakter positif selama belajar di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional dalam mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan.

#MPLSRamah2026 #PerilakuHidupSehat #HidupSehatGembira #SDAisyiyahMultilingualLasem #RSUDRembang #SekolahRamahAnak #KolaborasiSekolahOrangTua


Lasem
– Dalam rangka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SD Aisyiyah Multilingual Lasem menghadirkan Kapolsek Lasem sebagai narasumber pada kegiatan Pendidikan Anti Bullying yang dilaksanakan di SD Aisyiyah Multilingual Lasem, Rabu,15 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SD Aisyiyah Multilingual Lasem dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berinteraksi selama penyampaian materi.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Lasem menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun budaya saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama teman.

Selain memberikan edukasi, Kapolsek juga mengajak seluruh siswa untuk memiliki keberanian mengatakan "tidak" terhadap tindakan perundungan serta segera melaporkan kepada guru atau orang tua apabila melihat maupun mengalami tindakan bullying.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolsek Lasem yang telah memberikan edukasi kepada peserta didik.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak memahami pentingnya menghargai perbedaan, saling menyayangi, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan. Sekolah tidak boleh menjadi tempat yang menakutkan bagi siapa pun," ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang hangat dan interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta mengikuti simulasi sederhana mengenai cara bersikap ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan perundungan.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berharap seluruh warga sekolah dapat bersama-sama mewujudkan budaya sekolah yang ramah anak, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia sesuai dengan visi sekolah dalam membentuk generasi Islami, unggul, berkarakter, dan berwawasan global.



#MPLSRamah2026 #StopBullying #SekolahRamahAnak #SDAisyiyahMultilingualLasem #PolsekLasem #PendidikanKarakter


Lasem – Guru-guru dari SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi peserta didik melalui kegiatan pembinaan Olimpiade JSO tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Solo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan siswa-siswi terbaik untuk menghadapi ajang kompetisi akademik tingkat provinsi.

Pembinaan tersebut diikuti oleh para guru pendamping dan peserta didik pilihan yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif di sekolah. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan penguatan materi, strategi penyelesaian soal, serta motivasi untuk meningkatkan semangat belajar dan daya saing akademik.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pembinaan Olimpiade JSO ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung lahirnya generasi berprestasi, berkarakter Islami, dan memiliki kemampuan akademik yang unggul.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Prestasi bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga proses belajar, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.

Suasana pembinaan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh pembina dan mentor. Selain memperdalam materi olimpiade, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri dan mental kompetitif siswa.

SD Aisyiyah Multilingual Lasem terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas melalui berbagai program akademik maupun nonakademik. Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peserta didik meraih prestasi di berbagai bidang.

Dengan adanya pembinaan Olimpiade JSO tingkat Provinsi di Solo ini, diharapkan siswa SD Aisyiyah Multilingual Lasem mampu memberikan hasil terbaik serta membawa nama baik sekolah di tingkat yang lebih tinggi.


Di tengah arus globalisasi yang semakin cepat, pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada aspek akademik semata. Lebih dari itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai kebudayaan. Inilah makna mendalam dari slogan “Nurturing mind, Bridging cultures”—menumbuhkan pikiran sekaligus menjembatani budaya.

Foto yang ditampilkan memperlihatkan tiga anak dengan pakaian adat yang berbeda, berdiri berdampingan dengan sikap hormat. Mereka mengenakan busana tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Gestur tangan yang disatukan di dada melambangkan penghormatan, kedamaian, dan nilai sopan santun yang luhur. Visual ini bukan sekadar estetika, tetapi representasi nyata dari harmoni dalam keberagaman.

Konsep nurturing mind tercermin dari bagaimana anak-anak ini dididik untuk memiliki pemahaman yang luas, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam nilai-nilai kehidupan. Di SD Aisyiyah Multilingual Lasem, pembelajaran dirancang untuk mengembangkan potensi intelektual sekaligus membentuk akhlak mulia. Siswa diajak berpikir kritis, kreatif, dan terbuka terhadap perbedaan.

Sementara itu, bridging cultures tampak jelas melalui pengenalan dan pelestarian budaya sejak dini. Penggunaan pakaian adat, pembiasaan sikap santun, serta penghargaan terhadap keberagaman menjadi bagian dari proses pembelajaran. Sekolah tidak hanya mengajarkan bahasa internasional seperti Inggris dan Arab, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai identitas bangsa.

Lasem sendiri dikenal sebagai kota dengan keberagaman budaya yang kuat, hasil perpaduan tradisi Jawa, Tionghoa, dan nilai-nilai Islam. Lingkungan ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa untuk belajar tentang toleransi dan kebinekaan secara nyata. Maka, pendidikan di sekolah ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi kontekstual dan aplikatif.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan untuk hidup dalam masyarakat yang majemuk. Mereka belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk saling memahami.

Akhirnya, “Nurturing mind, Bridging cultures” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah visi pendidikan yang diwujudkan dalam keseharian. Dari cara berpakaian hingga sikap yang ditunjukkan, semuanya menjadi bagian dari proses pembelajaran yang utuh—mendidik pikiran, menyatukan budaya, dan menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan berwawasan global.




Lasem
– Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem pada Sabtu (03/01/2026). Kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI) dalam rangka peresmian gedung Perpustakaan dan UKS disambut dengan atraksi istimewa dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah SDA MULIA.

Sejak rombongan tiba di lokasi, para siswa anggota Tapak Suci tampil percaya diri dengan jurus-jurus terbaiknya. Gerakan yang kompak, penuh disiplin, serta diiringi semangat khas Tapak Suci berhasil memukau tamu undangan dan menambah khidmat rangkaian acara peresmian fasilitas pendidikan tersebut.

Atraksi Tapak Suci ini menjadi simbol karakter pendidikan yang dikembangkan di SDA MULIA, yakni menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pembentukan akhlak, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Wamen Dikdasmen RI tampak memberikan perhatian khusus terhadap penampilan para siswa dan menyampaikan apresiasi atas pembinaan karakter yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

“Pendidikan tidak hanya tentang literasi dan numerasi, tetapi juga tentang karakter, kedisiplinan, serta pembentukan kepribadian siswa. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa sekolah Muhammadiyah mampu menghadirkan pendidikan yang utuh,” ungkap Wamen Dikdasmen RI di sela kegiatan.

Kepala SDA MULIA menyampaikan bahwa keterlibatan Tapak Suci dalam penyambutan tamu kehormatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan wujud nyata pendidikan karakter yang terus ditanamkan di sekolah. Tapak Suci, sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan, menjadi media pembinaan mental, spiritual, dan fisik siswa.

“Melalui Tapak Suci, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan akhlak mulia. Alhamdulillah, hari ini anak-anak bisa menunjukkan hasil dari proses pembinaan tersebut di hadapan tokoh nasional,” tuturnya.

Peresmian gedung Perpustakaan dan UKS di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem menjadi momentum penting dalam penguatan sarana pendidikan dan kesehatan siswa. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus mendukung layanan kesehatan sekolah yang lebih optimal.

Kemeriahan penyambutan dengan jurus Tapak Suci menjadi penanda bahwa pendidikan di SDA MULIA tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter Islami, disiplin, dan semangat berprestasi. Momen ini sekaligus mempertegas komitmen sekolah Muhammadiyah di Lasem untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul bagi masa depan bangsa.



Lasem
– SD Aisyiyah Multilingual Lasem mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Pada Sabtu (03/01/2026), sekolah yang dikenal dengan penguatan karakter Islami dan pembelajaran multilingual ini menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamen Dikdasmen RI) dalam rangka meninjau langsung praktik pendidikan di satuan pendidikan dasar.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pimpinan sekolah, para guru, siswa, serta perwakilan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat. Sejak memasuki lingkungan sekolah, Wamen Dikdasmen RI tampak antusias menyapa para siswa, mengamati proses pembelajaran di kelas, hingga meninjau berbagai program unggulan yang menjadi ciri khas SD Aisyiyah Multilingual Lasem.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dikdasmen RI memberikan apresiasi terhadap model pendidikan yang diterapkan. Menurutnya, SD Aisyiyah Multilingual Lasem berhasil memadukan pendidikan akademik, penguatan karakter, nilai-nilai keislaman, serta penguasaan bahasa asing dalam suasana belajar yang ramah anak dan inspiratif.

“Sekolah seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, literasi, spiritualitas, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” ujar Wamen Dikdasmen RI dalam sesi dialog bersama guru dan pengelola sekolah.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa perhatian dari pemerintah pusat menjadi motivasi besar bagi seluruh civitas sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

Selain meninjau proses belajar mengajar, Wamen Dikdasmen RI juga berdialog dengan para guru terkait tantangan pendidikan dasar, penguatan kurikulum, serta pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Kunjungan ini semakin menegaskan posisi SD Aisyiyah Multilingual Lasem sebagai salah satu sekolah dasar yang diperhitungkan di tingkat nasional. Dengan komitmen pada mutu pendidikan, karakter Islami, serta wawasan global, sekolah ini terus berupaya mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.



Di tengah derasnya perkembangan teknologi, pertanyaan ini kerap muncul: guru ikut pelatihan manajemen digital, memang buat apa? Jawabannya sederhana namun penting - agar pendidikan tidak tertinggal oleh zaman dan layanan sekolah semakin berkualitas.

Menjawab tantangan tersebut, para guru SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) mengikuti Pelatihan Manajemen Digital yang diselenggarakan di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk terus berbenah dan berinovasi dalam pengelolaan pendidikan.

Pelatihan manajemen digital ini membekali guru dengan kemampuan mengelola berbagai aspek sekolah secara lebih efektif berbasis teknologi. Mulai dari administrasi, pengelolaan sosial media, pengelolaan data sekolah, pemanfaatan media digital, hingga strategi komunikasi yang lebih cepat dan transparan dengan orang tua siswa.

Selama pelatihan, para guru mengikuti sesi materi dan praktik secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan berdiskusi, mencoba praktik lapangan serta berbagi pengalaman seputar tantangan pembelajaran di era digital. Pelatihan ini membuka wawasan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi digital guru adalah kebutuhan mutlak.
“Guru yang terus belajar akan melahirkan sekolah yang terus berkembang. Manajemen digital membantu sekolah bekerja lebih rapi, efisien, dan profesional,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, SDA MULIA menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan sekolah sehari-hari, sehingga manfaatnya dirasakan oleh siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

Jadi, pelatihan manajemen digital buat apa?
Jawabannya: agar guru makin siap, sekolah makin tertata dan layanan pendidikan makin bermutu. (admin)


Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT. Atas rahmat dan pertolongan-Nya, proses pembelajaran semester ini di SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) telah terlaksana dengan baik. Seluruh siswa-siswi telah berikhtiar menjalani kegiatan belajar dengan penuh semangat, disiplin, dan kesungguhan.

Liburan akhir semester merupakan momen penting bagi peserta didik untuk beristirahat, menyegarkan kembali pikiran, serta memperkuat nilai-nilai karakter. Perlu dipahami bersama bahwa belajar bukan hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga hadir dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.

Selama liburan, siswa diharapkan tetap menjaga kebiasaan positif, antara lain:

  • meningkatkan ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT,

  • membaca buku dan memperluas wawasan,

  • membantu orang tua serta menumbuhkan tanggung jawab,

  • melatih kemandirian, disiplin, dan kepedulian sosial,

  • mengembangkan bakat dan minat sesuai potensi masing-masing.

Setiap anak memiliki potensi unik yang harus terus diasah. Liburan dapat menjadi sarana refleksi untuk mengevaluasi capaian belajar semester ini sekaligus menyiapkan diri menyongsong semester depan dengan semangat baru. Kegigihan dalam belajar, keberanian mencoba hal baru, dan sikap pantang menyerah merupakan kunci untuk meraih prestasi yang berkelanjutan.

SDA MULIA senantiasa berkomitmen menumbuhkan peserta didik yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan global yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik sangat diharapkan, termasuk dalam mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermakna.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat menikmati liburan akhir semester kepada seluruh siswa-siswi SDA MULIA. Semoga liburan ini membawa keberkahan, menumbuhkan semangat belajar, serta menguatkan kesiapan untuk kembali belajar dan berkarya di semester mendatang.

Belajar di mana saja, berproses sepanjang hayat, dan berakhlak dalam setiap langkah.

Sampai jumpa kembali di sekolah tercinta dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat.










Lasem, Rembang
– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA). Dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Tingkat Kabupaten Rembang, SDA MULIA berhasil meraih Juara Umum 2 Usia Dini 1, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler Tapak Suci di sekolah tersebut.

Kejurda Tapak Suci yang diikuti oleh berbagai sekolah dan perguruan Tapak Suci se-Kabupaten Rembang ini berlangsung dengan penuh semangat sportivitas. Para atlet muda SDA MULIA tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap kategori yang dipertandingkan.

Keberhasilan meraih Juara Umum 2 tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan pelatih Tapak Suci, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua. Sejak jauh hari, para atlet telah menjalani latihan rutin dan disiplin sebagai bentuk persiapan menghadapi kejuaraan ini.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga sebagai bukti bahwa Tapak Suci mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, berani, sportif dan berakhlak mulia, sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

“Tapak Suci bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual. Alhamdulillah, hasilnya bisa kita rasakan bersama melalui prestasi ini,” ujarnya.

Tapak Suci sendiri merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang seni bela diri dan telah menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan di SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Melalui Tapak Suci, sekolah berkomitmen menanamkan nilai keislaman, kedisiplinan, dan jiwa kompetitif yang sehat sejak usia dini.

Prestasi Juara Umum 2 Kejurda Tapak Suci Kabupaten Rembang ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SDA MULIA untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi.


Lasem – SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Kabupaten Rembang. Persiapan dilakukan melalui seleksi internal yang digelar pada Rabu, 19 November 2025, melibatkan peserta didik dari kelas I hingga kelas III.

Tapak Suci, organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang bela diri dan berdiri sejak tahun 1963 di Yogyakarta, merupakan salah satu ekstrakurikuler wajib di SDA MULIA selain Hizbul Wathan. Kegiatan latihan rutin dilaksanakan setiap hari Rabu. Antusiasme siswa cukup tinggi, terlebih karena kegiatan ini umumnya dilakukan di luar kelas. Namun, ketika hujan atau saat proses seleksi, latihan dipindahkan ke dalam ruangan agar lebih kondusif.

Pelatih Tapak Suci SDA MULIA, Mohammad Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa sekolah akan mengirimkan 13 peserta didik untuk mengikuti Kejurda tahun ini.
“Untuk SD Aisyiyah Multilingual Lasem akan mengirim 13 peserta didik yang terdiri dari dua siswa kelas I, delapan siswa kelas II, dan tiga siswa kelas III. Mereka kemungkinan akan bertanding pada kategori Usia Dini I dan Usia Dini II,” ujarnya.

Kejurda Tapak Suci Kabupaten Rembang tidak hanya diikuti oleh sekolah-sekolah dari Rembang, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Pati, Blora, dan Kudus. Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan minat dan bakat khususnya dalam bidang seni bela diri. Sekolah berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi pendekar yang tidak hanya tangguh di arena, tetapi juga berakhlak baik, kuat iman, dan selaras dengan nilai Islam Berkemajuan.

Pihak sekolah menegaskan bahwa Tapak Suci bukanlah wadah untuk menumbuhkan kesombongan atau arogansi. Sebaliknya, seni bela diri ini mengajarkan kedisiplinan, kerendahhatian, solidaritas, dan keterampilan membela diri secara benar. Dengan demikian, para siswa dapat tumbuh menjadi teladan melalui akhlak dan perilaku sehari-hari.

Lasem, 18 November 2025 – Suasana Apel Milad Muhammadiyah ke-113 di kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem pada Selasa pagi mendadak gempar dan penuh haru. Pasalnya, pembina apel, Bapak H. Nursalim, membuat kejutan besar dengan mewakafkan satu unit sepeda motor untuk Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Rembang, khususnya untuk mendukung kegiatan Aisyiyah di wilayah Lasem.

Tidak hanya sekadar menyerahkan, Bapak Nursalim datang mengantarkan sendiri motor tersebut sebelum apel dimulai sekaligus sebagai pembina apel milad Muhammadiyah ke 113 di Perguruan Muhammadiyah Lasem. Aksi itu langsung menjadi sorotan para peserta apel — mulai dari siswa, guru, hingga jajaran persyarikatan — karena menunjukkan teladan nyata dalam berinfak dan berwakaf.

Usai memberikan amanat apel, beliau menyerahkan kunci motor kepada perwakilan PDA Rembang dan diterima oleh Ibu Nanik Hamidah sebagai perwakilan PDA di SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Banyak yang tak dapat menyembunyikan rasa haru mereka atas ketulusan tersebut.

Namun kejutan belum selesai. Setelah apel berakhir, Bapak Nursalim dengan santai memilih untuk pulang berjalan kaki, meski sejumlah guru dan panitia telah menawarkan tumpangan. Sikap itu mengejutkan sekaligus menginspirasi banyak orang. Menurut beliau, berjalan kaki adalah bagian dari rasa syukur dan bentuk rendah hati setelah dapat berwakaf.

“Saya hanya ingin memberi contoh bahwa harta itu titipan. Kalau untuk perjuangan, jangan ragu untuk melepas,” ujar beliau singkat ketika ditanya oleh salah satu panitia.

Aksi sederhana namun penuh makna itu segera menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Muhammadiyah Lasem. Banyak yang mengapresiasi keteladanan beliau, terlebih di momentum Milad Muhammadiyah ke-113 yang mengangkat semangat gerakan pencerahan.

Dengan wakaf sepeda motor tersebut, PDA Rembang berharap dapat semakin maksimal dalam menjalankan program dakwah, pelayanan masyarakat dan pemberdayaan perempuan di Lasem.

Peristiwa inspiratif ini meneguhkan kembali nilai-nilai utama Muhammadiyah: ketulusan, pengabdian, dan kesediaan berkorban untuk kemajuan umat. Sebuah keteladanan nyata yang akan dikenang lama oleh warga persyarikatan.

Sudahkan anda berwakaf untuk hari ini? Panitia Pembangunan SD Aisyiyah Multilingual Lasem siap menerima wakaf Bapak Ibu dalam bentuk tunai maupun non tunai. (Admin)

Lasem, Rembang —
Siswa-siswi SD Aisyiyah Multilingual Lasem mendapatkan program makan bergizi gratis yang disalurkan oleh SPPG MBS Sumber Girang 2 mulai 3 November kemarin.

Program ini disambut antusias oleh para peserta didik dan guru, karena menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesehatan, pemenuhan gizi, serta kenyamanan belajar di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menerima paket makanan lengkap yang terdiri dari menu sehat dan bergizi. Guru pendamping menyampaikan bahwa program ini sangat membantu memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang memadai selama menjalani aktivitas belajar sehari-hari.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem memberikan apresiasi besar kepada SPPG MBS Sumber Girang 2 atas kepedulian dan konsistensinya dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak-anak. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga untuk bersama-sama peduli pada tumbuh kembang generasi penerus bangsa.


Lasem, Rembang — 
Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus melaksanakan kegiatan kunjungan studi inspiratif ke SD Aisyiyah Multilingual Lasem, pada Rabu, 05 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi, berbagi praktik baik, serta memperluas wawasan pengelolaan sekolah berbasis keunggulan dan multibahasa.

Rombongan FKKS disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, serta jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah Lasem. Acara diawali dengan ramah tamah dab mujamalah dari FKKS SD/MI kabupaten Kudus dan disambut dengan hangat oleh seluruh jajaran PCA dan Guru SD Aisyiyah Mulia.

Dalam sambutannya, Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem, Moh Rifqi Akmal Fahrozi  menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari FKKS Kudus.

“Kami merasa terhormat atas kedatangan para kepala sekolah Muhammadiyah SD/MI yang tergabing dalam FKKS SD/MI Muhammadiyah dari Kudus. Semoga kunjungan ini menjadi ajang berbagi inspirasi untuk kemajuan pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Kudus, Bapak Saiful, S.Pd mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program rutin forum dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kolaborasi antar lembaga.

“Kami ingin belajar dan mencari inspirasi sekaligus jalan-jalan untuk melihat praktik baik SD Aisyiyah Multilingual Lasem dalam mengembangkan program multibahasa dan karakter Islami. Ini memang sudah menjadi program FKKS SD/MI Muhammadiyah kabupaten Kudus,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan observasi ke beberapa ruang kelas dan area pembelajaran sekitar. Para peserta kunjungan terlihat antusias dalam bercengkerama dan mencatat berbagai ide yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol persaudaraan dan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah Aisyiyah.



LASEM
, kota pusaka— Suasana semangat dan keceriaan memenuhi halaman SD AISYIYAH MULIA saat para siswa mengikuti Latihan Hizbul Wathan (HW). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepanduan Islami, kemandirian, dan kedisiplinan sejak usia dini.

Latihan HW kali ini mengusung tema “Membangun Karakter, Menguatkan Ukhuwah”, yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air, tanggung jawab, dan kerja sama di kalangan peserta didik. Para siswa tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti baris-berbaris, permainan edukatif, latihan tali-temali, dan pengenalan kode kehormatan Hizbul Wathan.

Kepala Sekolah SD Aisyiyah MULIA, Moh Rifqi Akmal Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter siswa yang selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

“Melalui Hizbul Wathan, anak-anak belajar disiplin, mandiri, serta meneladani semangat perjuangan. Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tapi juga sarana pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Tak hanya siswa, para guru dan pembina HW juga ikut mendampingi dengan penuh semangat. Mereka memberikan arahan sekaligus contoh bagaimana menjadi pandu yang tangguh dan berakhlak Islami.

Sebagai penutup kegiatan, para peserta menyanyikan lagu kebesaran Hizbul Wathan dengan penuh semangat, menandai berakhirnya latihan hari itu dengan rasa bangga dan kebersamaan yang kuat.

Dengan kegiatan seperti ini, SD Aisyiyah MULIA terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berani, dan berjiwa Islami sesuai semboyan Hizbul Wathan: “Sedikit Bicara Banyak Bekerja”


Lasem, Rembang – SD Aisyiyah Multilingual Lasem terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Salah satu program unggulannya adalah halaqah terbimbing hafalan Al-Qur’an, yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah dengan pendampingan langsung dari para guru tahfidz dan wali kelas.

Program ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter disiplin, sabar dan berakhlak mulia. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa berkumpul dalam kelompok kecil atau halaqah, dipandu oleh guru pembimbing yang telah memiliki kompetensi dalam bidang tahfidzul Qur’an.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menghafalnya dengan penuh kesadaran dan cinta,” ujar Ustadz Ziyadul Muttaqin, M.Pd, salah satu guru pembimbing tahfidz. “Melalui halaqah terbimbing, setiap anak mendapatkan perhatian sesuai kemampuan dan tingkat hafalannya.”

Dalam kegiatan ini, siswa dibagi berdasarkan juz atau surat yang sedang dihafalkan. Guru memantau bacaan, memperbaiki tajwid, dan memberikan motivasi. Selain itu, sekolah juga menerapkan sistem setoran hafalan dan penilaian harian untuk menjaga konsistensi serta semangat anak-anak dalam menghafal.

Kepala Sekolah SD Aisyiyah Multilingual Lasem, Bapak Moh Rifqi Akmal Fauzi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani yang berwawasan global.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik dan bahasa, tetapi juga memiliki dasar spiritual yang kuat. Itulah sebabnya pembimbingan hafalan Al-Qur’an menjadi kegiatan inti di sekolah kami,” ungkapnya.

Selain kegiatan rutin di sekolah, SD Aisyiyah Multilingual Lasem juga mengadakan tasmi’ hafalan secara berkala, di mana siswa berkesempatan memperdengarkan hafalannya di depan teman-teman dan guru. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa percaya diri, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan semangat belajar bersama.

Dengan dukungan penuh dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang islami, diharapkan program halaqah terbimbing ini dapat melahirkan generasi muda yang cinta Al-Qur’an, cerdas dan berakhlak mulia. (admin)


Lasem
– SD Aisyiyah Multi Lingual Lasem (SDA MULIA) mencetak sejarah baru dengan mengirimkan peserta untuk pertama kalinya dalam ajang Lomba MAPSI (Mata Pelajaran dan Seni Islami) tingkat kec. Lasem. Meski menjadi debut perdana, para peserta dan pembina tampil dengan semangat luar biasa, membawa nama sekolah dengan penuh kebanggaan.

Kepala Sekolah SDA MULIA, Bapak Akmal menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberanian para siswa yang berpartisipasi dalam lomba bergengsi ini.

“Ini langkah awal yang sangat berarti bagi sekolah kami. Anak-anak tampil dengan percaya diri, semangat dan tekad kuat untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Dalam ajang MAPSI tersebut, SDA MULIA mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk mengikuti berbagai cabang lomba seperti Hifdzil Qur’an, pidato islami, kaligrafi, Khot dan lomba Adzan. Para peserta telah menjalani latihan intensif di bawah bimbingan guru pembina selama beberapa minggu terakhir.

Salah satu peserta  Ananda Kanaya, mengaku sangat antusias.

“Saya senang bisa ikut lomba ini. Saya ingin membawa nama sekolah supaya dikenal sebagai sekolah yang berprestasi dan cinta Al-Qur’an,” katanya dengan senyum semangat.

Dengan semangat membara dan dukungan penuh dari seluruh warga sekolah, SDA MULIA berharap partisipasi perdana ini menjadi langkah awal menuju lebih banyak prestasi di bidang keislaman dan seni islami pada tahun-tahun berikutnya.

“Menang bukan tujuan utama, tapi semangat berjuang dan pengalaman berharga inilah yang membuat anak-anak semakin tumbuh,” tambah Pak Ziyad sebagai salah satu guru pembina.





Lasem, 22 Oktober 2025
– Suasana di SD Aisyiyah Multi Lingual Lasem hari ini tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi siswa berseragam putih-putih dan sarung, lengkap dengan sorban serta peci khas santri. Semua itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang digelar dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”

Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan berbagai kegiatan seru dan edukatif, mulai dari lomba adzan, tilawah, kaligrafi, hingga pidato tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab). Tak hanya itu, penampilan drama musikal bertema perjuangan santri juga berhasil memukau para tamu undangan.

Kepala SD Aisyiyah Multi Lingual Lasem, Ustadz Akmal, dalam sambutannya menyampaikan,

“Kami ingin menanamkan semangat santri yang cinta tanah air, berakhlak mulia, dan berwawasan global. Itulah alasan kami mengemas Hari Santri dengan nuansa multilingual.”

Yang paling mencuri perhatian adalah sesi “Parade Santri Cilik Nusantara”, di mana para siswa tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sambil mengucapkan salam perdamaian dalam tiga bahasa. Tak pelak, momen ini menjadi sorotan dan ramai diunggah di media sosial oleh para orang tua.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa dan harapan agar generasi muda tumbuh menjadi santri modern yang mampu bersaing di kancah dunia tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Dengan kegiatan ini, SD Aisyiyah Multi Lingual Lasem membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kecintaan terhadap bahasa dapat berpadu harmonis dalam satu panggung inspiratif.

Klik Gambar Untuk Mendaftar