REMBANG – Suara sirene yang memecah keheningan pagi mendadak membuat ratusan pasang mata tertuju ke gerbang SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Sebuah mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang memasuki halaman sekolah dan langsung disambut sorak antusias peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.
Kehadiran tim Damkar bukan untuk menangani kebakaran, melainkan memberikan edukasi kebencanaan dan keselamatan kepada para siswa sejak dini. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan MPLS yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, sekaligus bermanfaat.
Petugas Damkar mengenalkan berbagai jenis potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, khususnya kebakaran, serta mengajarkan langkah-langkah penyelamatan diri apabila menghadapi situasi darurat. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak, para petugas menjelaskan pentingnya tetap tenang, mengikuti arahan orang dewasa, serta segera menuju titik kumpul yang aman ketika terjadi keadaan darurat.
Tak hanya menyampaikan materi, tim Damkar juga mengajak seluruh peserta didik mengikuti simulasi penyelamatan diri. Anak-anak tampak bersemangat mempraktikkan cara evakuasi yang benar, mulai dari menjaga ketertiban saat keluar ruangan hingga berkumpul di area aman sesuai arahan petugas.
Keseruan semakin terasa saat para siswa diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran, mulai dari pakaian pelindung, helm, hingga selang pemadam. Tidak sedikit siswa yang antusias mengangkat tangan untuk bertanya mengenai tugas seorang petugas Damkar dan bagaimana proses memadamkan api ketika terjadi kebakaran.
Suasana semakin meriah ketika tim Damkar memperagakan penggunaan peralatan pemadam di halaman sekolah. Gelak tawa dan tepuk tangan para siswa terdengar sepanjang kegiatan. Edukasi yang dikemas secara interaktif membuat materi keselamatan menjadi lebih mudah dipahami sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi peserta didik baru.
Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang ramah, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta kecakapan hidup.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan tentang keselamatan diri. Edukasi dari Damkar sangat penting untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan sejak usia dini. Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran yang akan selalu mereka ingat," ujarnya.
Kolaborasi antara SD Aisyiyah Multilingual Lasem dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rembang mendapat apresiasi dari para guru maupun orang tua. Selain memberikan wawasan baru kepada peserta didik, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Lasem kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan MPLS yang lebih bermakna. Bukan sekadar mengenalkan ruang kelas dan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang penting sebagai bekal menghadapi berbagai situasi di masa depan.


Tidak ada komentar: